FUFUFAFA.CO.ID – Upacara pembukaan Sidang Raya XII Federation of Asian Bishops’ Conferences (FABC) berlangsung meriah. Para uskup peserta FABC disuguhi beragam pertunjukan seni budaya khas Indonesia yang memadukan keindahan tradisi, musik, dan tarian dari berbagai daerah.
Menteri Agama Nasaruddin Umar didampingi Dirjen Bimas Katolik Suparman, hadir dalam pembukaan tersebut. Suasana semakin semarak ketika lagu-lagu rohani Katolik dibawakan dengan sentuhan inkulturasi budaya nusantara, menghadirkan harmoni iman, budaya, dan semangat persaudaraan.
Ketua Presidium Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) Mgr. Antonius Subianto Bunjamin, OSC, menyambut para uskup, imam, religius, dan delegasi dari berbagai negara Asia serta tamu dari beberapa negara non Asia yang hadir. Ia berharap seluruh peserta dapat merasakan keramahan masyarakat Indonesia serta kekayaan budaya yang dimiliki bangsa Indonesia.
Menurutnya, Sidang Raya XII FABC bukan sekadar pertemuan para uskup, melainkan ruang bersama untuk mendengarkan Roh Kudus dan suara masyarakat Asia, terutama kaum miskin, perempuan, para migran, pengungsi, serta mereka yang terdampak perubahan sosial dan perkembangan teknologi digital.
Pada kesempatan itu, Mgr. Anton menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Republik Indonesia, khususnya Menteri Agama, Pemerintah Provinsi Jakarta, panitia pelaksana, para dermawan, serta seluruh pihak yang mendukung terselenggaranya Sidang Raya XII FABC ini.
“Saya menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Yang Terhormat Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, yang telah berkenan menerima undangan kami dan hadir dalam upacara pembukaan ini,” lanjut Kardinal di Jakarta, Selasa (21/7/2026).
Hal senada disampaikan Presiden FABC Kardinal Filipe Neri Ferrão. Kardinel Filipe menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Republik Indonesia atas dukungan penuh sehingga perhelatan ini dapat berlangsung dengan baik.
“Atas nama Federasi Konferensi Waligereja Asia, saya juga mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Republik Indonesia atas dukungan penuh dalam penyelenggaraan Sidang Raya XII FABC di Jakarta, khususnya dalam memfasilitasi kelancaran perjalanan para delegasi, penyediaan pengamanan, serta berbagai bentuk dukungan lainnya yang memungkinkan pertemuan ini berlangsung dengan baik. Semoga Tuhan memberkati Pemerintah Indonesia, Presiden Republik Indonesia, dan bangsa Indonesia yang indah ini,” ungkap Kardinal Filipe.
Rasa syukur dan apresiasi juga disampaikan Kardinal Filipe Neri Ferrao kepada KWI yang telah menjadi tuan rumah Sidang Raya XII FABC.
Menurutnya, keramahtamahan Indonesia mencerminkan semangat persatuan dalam keberagaman yang menjadi kekuatan Asia. Ia berharap Sidang Raya XII FABC menjadi pengalaman yang penuh rahmat, mempererat persaudaraan Gereja-Gereja di Asia, serta menghasilkan buah bagi misi Gereja dalam membangun dialog, persaudaraan, dan pelayanan di tengah masyarakat Asia yang majemuk.(***)

