FUFUFAFA.CO.ID – Warga binaan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Larantuka tidak hanya mendapatkan pembinaan spiritual. Penyuluh Agama Katolik juga memberikan penguatan keterampilan praktis berupa pembuatan pupuk organik dan pengelolaan kebun secara berkelanjutan. Hasilnya, dari balik jeruji, warga binaan menggelar panen perdana sayuran.
Panen perdana sayur ini dilakukan Kepala Kemenag Flores Timur bersama Kepala Rutan Larantuka. Hasil panen itu dimanfaatkan untuk kebutuhan konsumsi warga binaan. Panen perdana ini dilakukan di tiga kebun milik Rutan Larantuka dengan lahan yang cukup luas. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa pembinaan keagamaan dapat berjalan beriringan dengan pemberdayaan ekonomi dan kepedulian terhadap lingkungan.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Flores Timur, Yosef Aloysius Babaputra, menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang terbangun bersama pihak Rutan dalam mengimplementasikan program Asta Protas secara nyata.
“Kami sangat berbangga dan mengucapkan apresiasi yang luar biasa kepada rekan-rekan Rutan Kelas IIB Larantuka karena secara aplikatif mampu, bersama Kementerian Agama, mewujudkan penguatan ekoteologi. Apa yang dibuat oleh Rutan Larantuka ini dapat menjadi contoh bagi instansi lain, dan Rutan sendiri mampu memproduksi kebutuhan-kebutuhan yang dapat menjadi bahan konsumsi bagi saudara-saudara kita yang ada di sini. Saya juga berterima kasih kepada para penyuluh agama yang setia mendampingi saudara-saudara kita,” terang Yosef Aloysius Babaputra di Larantuka, Selasa (4/8/2026).
Ia menegaskan bahwa penguatan ekoteologi tidak hanya berhenti pada aspek pembinaan keagamaan, tetapi juga menyentuh aspek kemanusiaan melalui pendekatan yang humanis serta pemberdayaan warga binaan agar memiliki keterampilan yang berguna saat kembali ke tengah masyarakat.
Kepala Rutan Kelas IIB Larantuka, Jaka Putra Manurung, menyampaikan terima kasih atas dukungan dan kerja sama yang telah terjalin dengan Kementerian Agama. Ia juga menyampaikan apresiasi atas konsistensi Kementerian Agama dalam menghadirkan program pembinaan yang menyentuh langsung kebutuhan warga binaan.
“Kami berterima kasih kepada Kementerian Agama yang telah memberikan perhatian melalui program pembinaan dan penyuluhan, termasuk pelatihan pembuatan pupuk organik yang sejalan dengan upaya menjaga lingkungan. Kami juga memberikan apresiasi atas komitmen dan pendampingan yang terus dilakukan, sehingga pembinaan di Rutan semakin berkembang dengan pendekatan yang lebih humanis,” ungkapnya.
Ia menjelaskan bahwa jumlah warga binaan di Rutan Larantuka mencapai sekitar 120 orang, yang tidak hanya mengikuti pembinaan keagamaan, tetapi juga aktif dalam kegiatan berkebun. Menurutnya, kehadiran Kementerian Agama tidak hanya memberikan pembinaan rohani, tetapi juga menjadi bentuk perhatian sosial bagi warga binaan yang jarang mendapat kunjungan keluarga.
Sebagai penguatan sinergi kelembagaan, pada kesempatan yang sama juga dilaksanakan penandatanganan perjanjian kerja sama antara Kantor Kementerian Agama Kabupaten Flores Timur dan Rutan Kelas IIB Larantuka. Kerja sama ini menjadi landasan untuk memastikan keberlanjutan program pembinaan keagamaan dan pemberdayaan warga binaan secara terencana dan berkelanjutan.

